Address
Jl. Mujahidin 2, Parigi Baru, Kec. Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15228
Work Hours
Monday to Friday: 08.00 - 17.00
Weekend: 10.00 - 16.00
Address
Jl. Mujahidin 2, Parigi Baru, Kec. Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15228
Work Hours
Monday to Friday: 08.00 - 17.00
Weekend: 10.00 - 16.00


Jakarta, 29 Oktober 2026 Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI terus mendorong peningkatan mutu penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, serta hilirisasi hasil penelitian dan penguatan kemitraan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS). Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Rapat Koordinasi Pembinaan dan Penguatan Tata Kelola Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) PTKIS yang berlangsung pada 27–29 Oktober 2026 di Grand Orchardz Hotel Kemayoran, Jakarta Pusat.
Dalam kegiatan tersebut, STAI Al Amanah Al-Gontory mendelegasikan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Abdul Kholiq, S.Th.I., M.Pd., sebagai perwakilan institusi. Keikutsertaan ini merupakan bagian dari upaya STAI Al Amanah Al-Gontory untuk memperkuat kapasitas kelembagaan, meningkatkan kualitas pengelolaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta mengikuti perkembangan kebijakan dan standar penelitian di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam. Melalui kegiatan ini, diharapkan penguatan tata kelola LPPM dapat mendukung peningkatan mutu proposal penelitian, publikasi ilmiah, dan kontribusi akademik bagi masyarakat.
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia, meningkatkan profesionalisme pengelola lembaga penelitian, serta menyempurnakan standar dan tata kelola program penelitian di lingkungan PTKIS. Kegiatan tersebut diikuti oleh 37 kepala LPPM/LP2M dan puluhan peserta lainnya yang berasal dari unsur pengelola perguruan tinggi PTKIS.
Ditjen Pendidikan Islam Dorong Peningkatan Kompetensi dan Daya Saing Dosen
Dalam pembukaan kegiatan, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., menekankan pentingnya peran pimpinan lembaga penelitian dalam mendorong pengembangan kompetensi dosen secara berkelanjutan. Menurutnya, dosen PTKIS perlu memanfaatkan berbagai peluang pengembangan akademik yang tersedia, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Ia mengimbau para kepala LP2M/LPPM agar aktif menyosialisasikan berbagai program pengembangan kapasitas kepada dosen di lingkungan perguruan tinggi masing-masing. Program-program tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan dosen untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat jejaring akademik, serta mengembangkan pengalaman profesional melalui kolaborasi dan kegiatan akademik internasional.
Peluang pengembangan karier akademik, termasuk program kunjungan profesional dan akademik ke luar negeri, menjadi salah satu bentuk penguatan kapasitas yang dapat dimanfaatkan oleh dosen sesuai bidang keahlian dan persyaratan program yang tersedia. Sejumlah negara, seperti Amerika Serikat dan Maroko, menjadi contoh tujuan pengembangan jejaring dan pengalaman akademik internasional.
“LPPM harus mengajak para dosen agar meningkatkan sumber daya manusianya sehingga semakin unggul,” tegasnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa peningkatan kualitas perguruan tinggi tidak dapat dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia, khususnya dosen sebagai pelaksana tridarma perguruan tinggi. Oleh karena itu, LPPM/LP2M diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga menjadi penggerak pengembangan kompetensi peneliti dan peningkatan produktivitas akademik.
Kopertais Wilayah I Tekankan Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa dalam Publikasi Ilmiah
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Sururin, M.Ag., dari Kopertais Wilayah I, menegaskan pentingnya komitmen dan kolaborasi dalam mendukung program-program pengembangan perguruan tinggi. Ia menyampaikan kesediaannya untuk berpartisipasi dan memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan yang diselenggarakan Kopertais sesuai kapasitas dan kemampuannya.
Selain itu, Prof. Sururin menyoroti pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah. Menurutnya, kepala LPPM/LP2M perlu mendorong dosen agar melibatkan mahasiswa secara aktif dalam penulisan karya ilmiah, mulai dari proses penyusunan naskah hingga publikasi pada jurnal ilmiah yang sesuai dengan standar mutu dan ketentuan yang berlaku.
“Para kepala LPPM perlu menyampaikan kepada dosen agar mengajak mahasiswa menulis. Mahasiswa harus dilibatkan dalam kegiatan penulisan dan publikasi ilmiah, termasuk pada jurnal yang terakreditasi SINTA 4,” pesannya.
Pelibatan mahasiswa dalam publikasi ilmiah diharapkan dapat membangun budaya akademik yang produktif, meningkatkan literasi penelitian, serta memperkuat kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan gagasan berbasis kajian ilmiah. Kolaborasi dosen dan mahasiswa juga menjadi sarana pembelajaran untuk menumbuhkan tradisi akademik yang kritis, sistematis, dan bertanggung jawab.
Lebih lanjut, kegiatan bimbingan teknis penulisan karya ilmiah direncanakan menjadi salah satu bentuk penguatan kapasitas peneliti. Melalui program yang berkaitan dengan Litapdimas, para dosen diharapkan semakin siap menyusun proposal penelitian yang berkualitas dan kompetitif untuk mengakses berbagai peluang pendanaan, baik dari pemerintah maupun lembaga lain, termasuk BRIN dan BAZNAS, sesuai skema serta persyaratan masing-masing.
Penguatan Standar dan Kualitas Proposal Penelitian
Pada sesi penutupan, Dr. Nur Kafid, S.Th.I., M.Sc., selaku Kepala Subdirektorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, menekankan bahwa pengelolaan jurnal ilmiah membutuhkan dedikasi, ketekunan, serta komitmen intelektual yang tinggi. Pengelolaan jurnal tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis dan administratif, tetapi juga memerlukan integritas, ketelitian, dan kesungguhan dalam menjaga kualitas publikasi ilmiah.
“Pengelola jurnal itu membutuhkan passion tersendiri. Pekerjaan tersebut tidak hanya membutuhkan kerja fisik, tetapi juga kerja hati dan kerja pikiran,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa pengelolaan jurnal ilmiah merupakan pekerjaan akademik yang menuntut tanggung jawab profesional. Pengelola jurnal memiliki peran penting dalam menjaga mutu naskah, memastikan proses penelaahan berjalan secara objektif, serta mendukung penyebarluasan hasil penelitian yang memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.
Dalam konteks peningkatan mutu penelitian, Dr. Nur Kafid juga menegaskan pentingnya kemampuan peneliti dalam menjelaskan hubungan antara tema penelitian, permasalahan yang dikaji, kebijakan pemerintah, perkembangan teknologi informasi, dan dinamika isu global.
Menurutnya, tema penelitian harus dibangun berdasarkan argumentasi yang jelas dan relevan. Peneliti perlu menunjukkan keterkaitan antara persoalan yang diangkat dengan kebutuhan masyarakat, arah kebijakan pembangunan, serta perkembangan ilmu pengetahuan. Keterkaitan tersebut harus dijelaskan secara sistematis dan didukung oleh data maupun bukti empiris yang dapat dipertanggungjawabkan.
Setiap indikator dalam proposal penelitian juga perlu dirumuskan secara terukur dan disertai bukti pendukung yang memadai. Apabila suatu penelitian menyatakan adanya keselarasan dengan isu global atau kontribusi terhadap program pemerintah, klaim tersebut harus dijelaskan melalui data, dokumen, hasil kajian, atau bukti implementasi yang relevan.
Dengan pendekatan tersebut, standar penilaian proposal penelitian dapat berfungsi sebagai instrumen untuk menilai kelayakan, relevansi, keterukuran, dan kontribusi penelitian secara lebih objektif. Penyempurnaan standar diharapkan mampu mendorong lahirnya proposal penelitian yang tidak hanya memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga memiliki landasan ilmiah yang kuat serta manfaat nyata bagi pengembangan masyarakat.
Membangun Ekosistem Penelitian PTKIS yang Unggul dan Berkelanjutan
Rapat koordinasi ini menegaskan pentingnya sinergi antara kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, pembinaan Kopertais, pengelolaan LPPM/LP2M, serta partisipasi aktif dosen dan mahasiswa. Sinergi tersebut diperlukan untuk membangun ekosistem penelitian yang produktif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas akademik.
Selain meningkatkan kemampuan dosen dalam menyusun proposal, memperkuat publikasi ilmiah, dan memperluas akses pendanaan, perguruan tinggi juga perlu memastikan bahwa hasil penelitian dapat memberikan kontribusi terhadap penyelesaian persoalan masyarakat. Karena itu, hilirisasi hasil penelitian dan penguatan kemitraan menjadi bagian penting dalam menghubungkan kegiatan akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Melalui kegiatan ini, para kepala LPPM/LP2M diharapkan dapat menyampaikan hasil pembinaan dan perkembangan kebijakan kepada dosen serta civitas akademika di lingkungan perguruan tinggi masing-masing. Mereka juga perlu mengikuti perkembangan pedoman dan standar penelitian secara berkala agar penyusunan proposal, pelaksanaan penelitian, serta publikasi ilmiah senantiasa sesuai dengan ketentuan terbaru.
Pada akhirnya, penguatan tata kelola penelitian tidak hanya diarahkan pada peningkatan jumlah publikasi atau keberhasilan memperoleh pendanaan, tetapi juga pada kualitas proses akademik, integritas ilmiah, relevansi hasil penelitian, dan dampaknya bagi masyarakat. Dengan komitmen bersama, PTKIS diharapkan semakin mampu meningkatkan daya saing, memperkuat kontribusi keilmuan, dan mewujudkan perguruan tinggi yang unggul serta berkelanjutan.
Penulis: Abdul Kholiq


