*STAI Al Amanah Al-Gontory Kirimkan Dua Dosen sebagai Pembicara International Conference di ICLEGA 2026 #2

Tangerang Selatan, STAI Al Amanah Al-Gontory
Tiga akademisi dari Indonesia sukses menjadi pembicara tamu dalam _International Conference on Leadership Excellence and Global Aspirations_ (ICLEGA) 2026 yang diselenggarakan oleh Institut Kepimpinan dan Pembangunan (ILD), Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Mereka adalah Dr. Surip, S.Ag., MM. dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Amanah Al-Gontory, Singgih Aji Purnomo dari kampus yang sama, serta Dr. Khafidhotun Nasikhah, M.Pd. dari Universitas Islam Tribakti Lirboyo, Kediri, Rabu (19/08/2026) siang.

Keikutsertaan ketiga akademisi Indonesia dalam forum internasional ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia pendidikan tinggi tanah air. Mereka berhasil menyajikan pemikiran-pemikiran segar di hadapan para pembuat kebijakan, akademisi, dan praktisi kepemimpinan dari berbagai negara yang hadir dalam konferensi bergengsi tersebut.

Konferensi yang berlangsung secara daring melalui platform Google Meet pada Rabu, 19 Agustus 2026, mengusung tema besar ” _Nurturing Future Leaders, Shaping an Excellence Nation_ ” (Membina Pemimpin Masa Depan, Membentuk Bangsa yang Unggul). ICLEGA 2026 menjadi wadah diskusi lintas disiplin dalam merumuskan konsep kepemimpinan transformatif yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Acara ini diresmikan oleh Ketua Panitia ICLEGA 2026, Profesor Dr. Razana Juhaida Johari CPA(M), CA(M) , yang menyampaikan apresiasi atas partisipasi para pembicara dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Forum ini menjadi ajang pertukaran gagasan strategis tentang tantangan kepemimpinan di sektor pendidikan yang tengah mengalami disrupsi digital dan tuntutan keberlanjutan institusi.

Sebagai pembicara dari Indonesia, Dr. Surip, S.Ag., MM. yang merupakan dosen sekaligus ketua STAI Al Amanah Al-Gontory memaparkan artikel berjudul ” _The Intersection of Governance, Ethics, and Institutional Leadership_ “. Dalam presentasinya yang berlangsung selama 15 menit, Dr. Surip mengupas tuntas hubungan antara tata kelola (governance), etika, dan kepemimpinan institusi.

Dengan menggunakan perspektif teori filsuf Maroko terkemuka, Abid Al-Jabiri, Dr. Surip menjelaskan tiga pendekatan utama dalam memahami nilai-nilai kepemimpinan. Pertama, pendekatan Bayani yang menggali nilai dari teks dan interpretasi. Kedua, pendekatan Burhani yang menekankan nilai dari akal dan demonstrasi rasional. Ketiga, pendekatan Irfani yang bersumber dari intuisi dan pengalaman mistis.

Penelitian yang dipaparkan Dr. Surip menyoroti pentingnya menghubungkan ketiga dimensi tersebut melalui komitmen institusional atau yang disebutnya sebagai al-istiqraariyah. Menurutnya, tanpa adanya komitmen yang kuat, lembaga pendidikan dapat mengalami “kepribadian ganda” (split personality) dalam pengelolaannya, yang berujung pada hilangnya visi institusi.

Paparan Dr. Surip mendapat respons antusias dari peserta konferensi. Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan mendalam terkait implementasi teori Al-Jabiri dalam konteks kepemimpinan pendidikan Islam kontemporer, terutama di tengah arus modernisasi dan globalisasi.

Pada sesi yang sama, Singgih Aji Purnomo yang juga merupakan dosen STAI Al Amanah Al-Gontory, bersama rekannya Khafidhotun Nasikhah dari Universitas Islam Tribakti Lirboyo, mempresentasikan makalah hasil riset konseptual mereka yang berjudul: _”Collegial Collective Leadership: Bridging Digital Transformation and Sustainable Futures in Islamic Education”_

Artikel ini mengkaji secara mendalam peran strategis model kepemimpinan kolektif kolegial dalam menjawab tantangan disrupsi digital dan keberlanjutan lembaga pendidikan Islam. Singgih Aji Purnomo menjelaskan bahwa di era VUCA (Volatile, Uncertain, Complex, and Ambiguous) yang ditandai dengan transformasi pasca-pandemi dan integrasi kecerdasan buatan (AI) yang pesat, model kepemimpinan hierarkis konvensional menunjukkan keterbatasan signifikan.

“Model kepemimpinan individual yang berpusat pada satu figur sering menciptakan ketergantungan institusional, menghambat inovasi, dan membatasi kemampuan adaptasi organisasi,” ujar Singgih Aji Purnomo dalam presentasinya.

Hal ini, lanjutnya, sangat terasa di lembaga pendidikan Islam seperti pesantren, madrasah, dan universitas Islam yang selama ini terbiasa dengan otoritas tunggal dan struktur pengambilan keputusan yang tersentralisasi.

Sementara itu, Khafidhotun Nasikhah menambahkan bahwa kepemimpinan kolektif kolegial yang ditandai dengan visi bersama, kepercayaan timbal balik, otoritas yang terdistribusi, serta profesionalisme kolaboratif merupakan fondasi penting bagi institusi pendidikan Islam untuk tetap adaptif.

“Model ini tidak hanya meningkatkan literasi digital dan inovasi pedagogis, tetapi juga memastikan integrasi teknologi tetap berlandaskan nilai-nilai Islam (akhlāq) sambil mendukung kelangsungan institusi jangka panjang,” jelasnya.

Dalam penelitiannya, keduanya merujuk pada prinsip-prinsip Islam seperti shūrā (musyawarah) dan taʻāwun (kerja sama) sebagai dasar legitimasi kepemimpinan kolektif. Mereka juga menyoroti pentingnya perencanaan suksesi, pengembangan kader, dan mekanisme tata kelola yang terlembagakan untuk memastikan keberlanjutan institusi di tengah perubahan kepemimpinan.

Sesi tanya jawab yang berlangsung setelah presentasi menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi. Berbagai pertanyaan mendalam diajukan, mulai dari tantangan implementasi model kepemimpinan kolektif di lembaga dengan budaya hierarkis yang kuat, hingga strategi membangun kapasitas digital di kalangan pendidik Islam.

Keikutsertaan ketiga akademisi ini tidak hanya menjadi bentuk pengakuan internasional atas kapasitas intelektual mereka, tetapi juga menegaskan kolaborasi erat antara STAI Al Amanah Al-Gontory dan Universitas Islam Tribakti Lirboyo dalam pengembangan kajian kepemimpinan pendidikan Islam.

Yang menarik, STAI Al Amanah Al-Gontory mengirimkan dua perwakilannya sekaligus dalam forum akademik internasional tahun ini. Hal ini menunjukkan komitmen kampus yang berlokasi di Pondok Aren, Tangerang Selatan, dalam mendorong dosen-dosennya untuk berkontribusi di panggung global.

Undangan resmi yang disampaikan langsung oleh Ketua Panitia ICLEGA 2026 melalui surat tertulis menyatakan bahwa kontribusi pemikiran para akademisi Indonesia sangat dinantikan, khususnya dalam menghadapi tantangan kepemimpinan di sektor pendidikan Islam yang tengah mengalami transformasi digital.

Panitia ICLEGA 2026 menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi para pembicara dalam memajukan kajian kepemimpinan global.

Partisipasi para akademisi Indonesia di panggung internasional ini diharapkan dapat memperkaya wacana global tentang kepemimpinan di institusi pendidikan, khususnya dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan tuntutan transformasi digital dan keberlanjutan masa depan.

Keberhasilan Dr. Surip, Singgih Aji Purnomo, dan Khafidhotun Nasikhah dalam menjadi pembicara di konferensi tingkat internasional ini menjadi bukti bahwa akademisi Indonesia mampu bersaing dan berkontribusi secara signifikan dalam pengembangan ilmu kepemimpinan dan pendidikan Islam di tingkat global.

Ketua STAI Al Amanah Al-Gontory menyampaikan apresiasi atas undangan yang diberikan oleh UiTM dan berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut, tidak hanya dalam forum konferensi tetapi juga dalam bentuk program pertukaran akademik, riset bersama, dan pengembangan kapasitas dosen. Hal ini sejalan dengan upaya kampus untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di lingkungan pesantren dan perguruan tinggi Islam.

Partisipasi dalam konferensi internasional seperti ICLEGA 2026 juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring akademik global, sekaligus memperkenalkan khazanah pemikiran Islam Indonesia di kancah internasional. Dengan demikian, kontribusi pemikiran dari tanah air tidak hanya dirasakan di tingkat nasional, tetapi juga memberikan dampak bagi pengembangan kepemimpinan pendidikan Islam di kawasan ASEAN dan dunia. ( *Singgih Aji Purnomo* )

 

amanahgontory.ac.id
amanahgontory.ac.id
Articles: 54

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Assalamualaikum,
Saya Ahmad Dzikri Jalaludin Siap Memandu Anda