International Conference, Dosen STAI Al Amanah Al-Gontory dan UIT Lirboyo Bahas Penanganan Kekerasan dan Perundungan di Lingkungan Pendidikan Islam dalam ACIEM 2026

Tangerang Selatan, STAI Al Amanah Al-Gontory

Perhelatan akademik berskala internasional (International Conference) kembali digelar melalui The 8th Annual Conference on Islamic Educational Management (ACIEM) 2026. Konferensi tahunan yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) bekerja sama dengan Universitas Nurul Jadid Probolinggo ini berlangsung secara daring melalui platform Zoom Meeting, Senin (20/07/2026), mulai pukul 09.00 WIB hingga sore hari. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi Islam di Indonesia serta mancanegara.

Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Umum PPMPI, Prof. Dr. Zainal Arifin, M.S.I., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan tata kelola manajemen pendidikan Islam di tengah tantangan era disrupsi. Adapun jalannya konferensi dipandu oleh Mujiburrohman, M.Pd. selaku pembawa acara (Master of Ceremony).

Konferensi menghadirkan dua narasumber utama dengan materi yang saling melengkapi. Narasumber pertama, Prof. Madya Dr. Rahimah binti Embong dari Universiti Sultan Zainal Abidin (UNISZA), Malaysia, menyampaikan materi berjudul “Building the Future Through the Application of Knowledge in Research: A Tawhidic Perspective”. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa riset dan penerapan ilmu pengetahuan di bidang pendidikan Islam harus dibangun di atas fondasi nilai-nilai ketauhidan, sehingga setiap kebijakan dan temuan penelitian tidak hanya berorientasi pada kemajuan duniawi tetapi juga bernilai ibadah dan kemaslahatan umat.

Sementara itu, narasumber kedua, Dr. Mona Novita, M.Pd., dosen Universitas Nurul Jadid Probolinggo, memfokuskan materinya pada “Membaca Arah Perkembangan Penelitian MPI”. Beliau memaparkan peta tren riset manajemen pendidikan Islam terkini, tantangan metodologis yang dihadapi, serta peluang-peluang riset yang relevan dengan kebutuhan pengelolaan lembaga pendidikan Islam di era digital dan pasca-pandemi.

Salah satu sesi paling menarik dalam konferensi ini adalah presentasi artikel hasil penelitian kolaboratif dari dua institusi. Tim penulis yang terdiri dari Dosen Manajemen Pendidikan Islam sekaligus Ketua Program Studi Sekolah Tinggi Agama Islam Al Amanah Al-Gontory Tangerang Selatan, Singgih Aji Purnomo, M.Pd., Dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Al Amanah Al-Gontory, Sri Rahmawati, M.Pd., serta Dr. Khafidhotun Nasikhah, M.Pd., Ketua Prodi Manajemen Pendidikan Islam Universitas Islam Tribakti Lirboyo, mempresentasikan artikel berjudul “SEXUAL VIOLENCE, BULLYING, AND RECOVERY MANAGEMENT IN AN ISLAMIC EDUCATIONAL ENVIRONMENT: CHALLENGES IN THE ERA OF DISRUPTION” artikel ini telah terbit dan dapat diakses pada link berikut https://ejournal.unuja.ac.id/index.php/icesh/article/view/12927 dan dapat didownload.

Berdasarkan abstrak yang disampaikan, penelitian ini mengangkat fenomena serius mengenai kekerasan seksual dan perundungan di lembaga pendidikan Islam yang tidak boleh lagi dinormalisasi. Penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif ini mengumpulkan data melalui survei terhadap pimpinan lembaga, guru, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pemulihan telah bergeser dari pendekatan reaktif menuju sistem terintegrasi yang melibatkan perlindungan institusional, dukungan psikososial, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Temuan lain mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah menerapkan mekanisme pelaporan, perlindungan korban, kerahasiaan, pelibatan orang tua, dan pemberian sanksi. Para guru berperan sebagai konselor awal dengan memberikan dukungan emosional dan pemantauan berkelanjutan. Namun, penelitian ini juga menemukan tantangan seperti masih adanya normalisasi perundungan verbal, rendahnya pelaporan korban, ketidakkonsistenan kompetensi guru, serta akses terbatas terhadap layanan psikologis profesional. Penelitian ini pun menawarkan model Collaborative Recovery Management sebagai kontribusi konseptual untuk memperkuat sistem pemulihan dari kekerasan di lingkungan pendidikan Islam.

Melalui paparan tersebut, para peserta diajak untuk tidak hanya fokus pada pencegahan, tetapi juga membangun sistem pemulihan yang berpihak pada korban. Konferensi ACIEM 2026 diharapkan dapat melahirkan rekomendasi kebijakan dan model pengelolaan pendidikan Islam yang lebih humanis dan responsif terhadap tantangan zaman. (Singgih Aji Purnomo)

amanahgontory.ac.id
amanahgontory.ac.id
Articles: 46

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Assalamualaikum,
Saya Ahmad Dzikri Jalaludin Siap Memandu Anda