“Mutu Itu Memudahkan, Bukan Menyulitkan”, Pesan untuk PTKIS dalam Pengisian e-SPM

Tangerang Selatan, STAI Al Amanah Al-Gontory
Kopertais Wilayah 1 DKI Jakarta dan Banten mendorong perguruan tinggi keagamaan Islam swasta (PTKIS) untuk terus memperkuat sistem penjaminan mutu internal (SPMI) melalui pengelolaan dokumen, implementasi standar, serta pelaporan yang berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Koordinator Kopertais Wilayah 1 DKI Jakarta dan Banten, Prof. Dr. Sururin, M.Ag., dalam kegiatan Persiapan Pengisian e-SPMI PTKI yang digelar di Ruang Aula Kopertais Wilayah 1 DKI Jakarta dan Banten Lantai 5, Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sejumlah perguruan tinggi keagamaan Islam swasta, termasuk Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Amanah Al-Gontory. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) STAI Al Amanah Al-Gontory Sri Rahmawati dan auditor mutu sekaligus Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Singgih Aji Purnomo.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Sururin menegaskan komitmen Kopertais Wilayah 1 untuk terus menjaga dan memperkuat mutu perguruan tinggi melalui penerapan sistem penjaminan mutu internal.

“Kami berupaya menjaga mutu kampus dan sistem penjaminan mutu internal (SPMI),” ujarnya.

Menurutnya, penguatan mutu tidak hanya diarahkan untuk memenuhi standar yang telah ditetapkan, tetapi juga mendorong perguruan tinggi agar mampu melampaui standar mutu yang berlaku.

Ia berharap seluruh PTKIS di wilayah DKI Jakarta dan Banten dapat berkembang dan maju secara bersama-sama.

“Memenuhi standar dan melampaui standar mutu perguruan tinggi,” ungkapnya.

Prof. Sururin juga menekankan pentingnya publikasi sebagai bagian dari transparansi dan dokumentasi kegiatan perguruan tinggi.

Menurutnya, setiap kegiatan yang dilakukan oleh stakeholder maupun institusi perlu dipublikasikan melalui website resmi perguruan tinggi.

“Salah satu instrumen penilaian mutu sebagai medianya, maka setiap kegiatan yang dilakukan oleh stakeholder dan institusi harus dipublikasikan melalui website resmi perguruan tinggi,” jelasnya.

Ia menambahkan, publikasi kegiatan menjadi salah satu indikator bahwa organisasi perguruan tinggi terus bergerak dan hidup.

“Tanda hidupnya organisasi ada pada publikasi kegiatan yang disampaikan melalui website resmi perguruan tinggi,” lanjutnya.

Mutu Harus Dikelola dengan Bahagia
Sementara itu, Prof. Dr. Tria Astika Endah Permatasari, S.K.M., M.K.M., Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) bidang Kerja Sama dan Penjaminan Mutu, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.

Ia menyampaikan best practice bertajuk “Persiapan Pelaporan e-SPMI Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta.”

Dalam pemaparannya, Tria mengajak para peserta untuk membangun suasana positif dalam proses pengelolaan mutu perguruan tinggi.

“Mari berdiskusi dengan bahagia agar luarannya nanti juga berbahagia,” tuturnya.

Menurutnya, pengelolaan mutu perlu dimulai dengan suasana yang positif sehingga proses penjaminan mutu tidak dipandang sebagai beban administratif semata.

“Maka mengelola mutu harus dimulai dengan bahagia,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan berbagai media maupun aplikasi dalam proses penjaminan mutu pada dasarnya memiliki tujuan yang sama. Tahapan PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) dalam SPMI tetap menjadi kerangka utama yang harus dijalankan perguruan tinggi.

Tria menegaskan bahwa laporan SPMI memiliki posisi penting dalam upaya peningkatan mutu perguruan tinggi.

Tantangan penjaminan mutu saat ini bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan standar, tetapi juga bagaimana peningkatan mutu memberikan dampak yang berkelanjutan dan selaras dengan diferensiasi misi masing-masing perguruan tinggi.

“Mutu itu memudahkan, bukan menyulitkan,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya perguruan tinggi merumuskan indikator kinerja, capaian, dan target mutu secara jelas dan terukur. Dokumen mutu, kata dia, perlu disusun secara sederhana tetapi tetap memiliki kedalaman substansi serta diarahkan untuk melampaui standar nasional pendidikan tinggi (SN-DIKTI).

“Maka penting dokumen yang kita punya sudah disusun, diimplementasikan, dan mudah diterjemahkan dilaksanakan,” terangnya.

Melalui kegiatan persiapan pengisian e-SPMI tersebut, PTKIS diharapkan semakin memahami mekanisme pelaporan SPMI sekaligus mampu memastikan bahwa dokumen mutu yang dimiliki tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam tata kelola perguruan tinggi.

Keikutsertaan STAI Al Amanah Al-Gontory dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam memperkuat budaya mutu, memastikan pelaksanaan SPMI berjalan secara berkelanjutan, serta mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi keagamaan Islam. (Singgih Aji Purnomo dan Sri Rahmawati)

amanahgontory.ac.id
amanahgontory.ac.id
Articles: 57

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Assalamualaikum,
Saya Ahmad Dzikri Jalaludin Siap Memandu Anda